Breaking News

Anggaran Dana Desa Badak Anom Di Duga Banyak Penyimpangan


Kabupaten Tangerang, Tren24jam.com -Pemerintah Pusat telah menyalurkan Anggaran ke desa Badak anom Dana Desa (ADD) untuk kemakmuran warga, prioritas penggunaan dana desa umumnya dialokasikan untuk pembangunan jalan betonisasi sarana & prasarana untuk menunjang mobilitas warga desa. Pembangunan bersifat Fisik dikerjakan dan atau dikelola langsung oleh Desa. Proyek tersebut
seperti proyek pengerjaan jalan betonisasi di RT.003/003 desa Badak anom Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang, Banten.

Pengerjaan jalan betonisasi dilaksanakan pada malam hari  (8/12) disaksikan anggota LSM dan Rekan Media. Melihat Badan jalan yang akan dibetonisasi, nampak keadaan sangat tidak sesuai seperti yang pada umumnya.

Terlihat nampak jelas badan jalan tidak ada proses pemadatan seperti batu agregat yang 
tidak merata.

Saat di temui awak media RN Group dan LSM BPPI  untuk konfirmasi ke salah satu staf desa sebut aja namnya Babeh J mengatakan "Saya mah ga tau, itu urusanya sama pak lurah langsung dan yang saya tau kata pak lurah juga papan informasi itu di pasang kalau dah beres, tapi itu juga kata pak lurah, saya hanya di suruh awasin aja.
Melihat kondisi tersebut, salah satu tokoh aktivis baru, Jamaludin dari LSM BPPI  berkomentar, proyek betonisasi anggaran dari ADD sangat miris, bahkan pekerjaannya pun asal jadi, salah satunya di lapangan tidak ada papan proyek sebagai informasi publik, pekerjaan fisik di lapangan terlihat mengurangi kapasitas yang sudah di tentukan, ada beberapa item yang tidak maksimal, salah satunya makadam tidak maksimal, pemadatan tidak di lakukan, ketebalan/ketinggian beton bervariasi dari 8 centimeter hingga 3 centimeter, yang seharusnya 15 centimeter sesuai ketinggian begisting, ini sudah jelas ada beberapa kubik yang tidak tertuang  adonan beton plus sangat encer sehingga tidak akan tahan lama, ini sudah jelas ada kecurangan,” ungkap Jamaludin dengan nada kesal.

Lanjutnya, Jamaludin tadi saya bertanya pada pekerja yang tidak mau di sebutkan namanya, proyek tersebut dan dijawab nama oleh pekerja proyek, ini punya lurah,” Tambah Jamaludin

Lebih jauh,Jamaludin mengatakan, “kami akan melaporkan kepada Kementrian Desa, Inspektorat, BPKD(Badan Pemeriksa Keuangan Daerah),dan Kejaksaan , serta Bupati Kabupaten Tangerang, karena proyek betonisasi ini di duga ada penyimpangan/kecurangan”.    (Holid )