Breaking News

POSITIF COVID-19 DI KAB. MIMIKA MENINGKAT MENJADI 19 ORANG

Timika Papua, Tren24jam.com  - Juru Bicara TGTP Covid-19 Mimika, Reynold Ubra saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di Posko Covid-19, di Jalan Cendrawasih, kelurahan Timika Jaya SP 2, Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Melalui  vidio conference yang di fasilitasi oleh dinas kominikasi dan informatika mimika pada Sabtu malam (11/04/20). Ia menjelaskan, Virus Corona di kab.mimika positifnya bertamba, sebelumya haya 13 kini naik menjadi 19 orang positif.

“Pada hari ini terdapat 6 kasus positif Covid-19 terdapat tambahan 6 kasus, sehingga jumlah kasus orang yang terinveksi total berjumlah 19 orang. Perlu kami sampaikan  bahwa dari 6 kasus baru dinyatakan ada 2 kulster baru,  yaitu kluster Makassar dan Surabaya. Kluster Makassar sebanyak 1 kasus dan kluster Surabaya 2 kasus,”tegasnya.

Menurut, ini bisa dipastikan setelah melalui pemeriksaan leb, kluster dua ini adalah kasus impor 3 kasus, dan masih ada hubungannya dengan Kluster Lembang karena penularan transmisi lokal.

“Enam kasus tambahan positif Covid-19 diantaranya, Pertama, PDP 014 inisial RMM, jenis kelamin perempuan, usia 54 tahun beralamat Jalan Pattimura. Kedua, PDP 015 inisial DWT kluster Lembang jenis kelamin perempuan usia 34 tahun beralamat Kelurahan Timika Jaya SP 2. Ketiga, PDP 016 dengan inisial NRM dari kluster Makassar, jenis kelamin perempuan usia 48 tahun beralamat Jalan Busiri Ujung,” jelasnya.

Masih kata Ubra, kasus keempat pasien PDP 017 dengan inisial SPP kluster Surabaya, jenis kelamin perempuan usia 20 tahun alamat Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Sirih.

“Kasus kelima, PDP -018 dengan inisial kluster Surabaya, jenis kelamin laki laki usia 64 tahun alamat Gorong gorong Kelurahan Kebun Sirih. Dan kasus keenam, PDP 19 dengan inisial OPR kluster Lembang dengan pola penularan lokal, usia 28 tahun dengan alamat Tembagapura, distrik Tembagapura dan sedang dalam perawatan,” katanya.

Dengan bertambahm 6 kasus ini, maka jumlah pasien dalam perawatan yang dirawat RSU 1 PDP baru, total di RSUD 14 orang, di RS Tembagapura 1 pasien, RSMM 3 orang pasien. Sementara yang menunggu hasil Leb di RSUD 7 pasien dan di Tembagapura 2 orang.
“Sementara jumlah ODP yang ditemukan, terdiri dari RSUD Mimika 3 orang, RS Kasih Herlina 1 orang, sehingga total keseluruhan ODP sebanyak 113 pasien. Jumlah OTG hari ini  nol kasus, sehingga jumlah ODP masih seperti kemarin dengan jumlah 195 pasien. Secara keseluruhan sampai hari ini jumlah orang yang dirawat baik status PDP,ODP dan OTG berjumlah 335 orang,”sebutnya.

Ubra menyebutkan, bahwa melalui tim pers covid-19 hari ini terjadi peningkatan kasus dan di akibatkan salah satu efek positif adalah dari adanya pembatasan sosial terutama adanya pembatasan transportasi penerbangan transportasi udara dan pelabuhan laut.

“Kalau kita lihat tiga hari setelah pembatasan transportasi penerbangan udara  dan laut, maka ditanggal  29 April ditemukan 2 kasus. Dan terjadi kenaikan secara bermakna, dari  2 kasus di tanggal 29 April  dan 1 kasus positif di tanggal 31 Maret, dan juga naik 5 kali di  tanggal 6 April sebanyak 5 kasus, dan terus meningkat di tanggal 7,8 dan hari ini 11 April berjumlah 4 kasus .Karena  itu di Timika, kami pikir  tansportasi udara ini efek positif untuk menekan kasus,” jelasnya.

Saat ini kata Ubra, pemda Mimika tetap memberlakukan status siaga darurat, dan tidak menutup kemungkinan kedepan berdasarkan instruksi gubernur Papua, dinaikkan dari status siaga naik ke status tanggap darurat.

“Dengan bertambahnya PDP, OPD dan OTG  menggambarkan bahwa pernah kontak langsung dengan pasien positif covid-19. Kami tetap meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, ini sudah hari ke 22, trend penemuan kasus masih di lereng belum sampai ke puncak.

Semestinya dengan tetap  tinggal di rumah, dan tetap jaga jarak, dan menjaga jarak  antara orang dengan orang, dengan tetap karantina sehat dirumah, dapat mengendalikan dan mengurangi penularan Covid-19,” kata Ubra.

Ia mengakui, walaupun terjadi penambahan kasus positif Covid-19 Timika , namun sampai malam ini, pergerakan masyarakat di Timika biasa biasa saja. Dan jika  tanpa pengawasan  dan adanya ketegasan aparat keamanan, warga masyarakat merasa biasa biasa saja.

“Transmisi kita adalah, transmisi lokal dari jumlah kasus 19 positif, setelah kami tracinf lebih dari 400 kasus. Dan semua ini terjadi karena transmisi lokal, hanya saja kami belum bisa untuk melakukan tes secara awal atau dini atas 113 ODP dan 195 OTG. Inilah kami minta agar masyarakat tetap waspada agar tetap tinggal dirumah dan tetap memperlakukan pola hidup sehat serta sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun,” ujar Ubra.

Penulis : Dedi