Breaking News

TIMIKA 39 KASUS, PENYEBAR VIRUS CORONA TERCEPAT DI PROVINSI PAPUA

Timika Papua, Tren24jam.com  - Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Jayapura pasien positif Covid-19 di Mimika bertambah 3 orang. Penambahan ini Kabupaten Mimika menjadi penyebaran tercepat seprovinsi papua  dengan jumlah 39 pasien positif Corona Virus.

Sementara pasien positif 38 berinisial ECS (perempuan, 16) dan pasien 039 inisial MHK (Perempuan, 19) keduanya beralamat di Gorong-gorong, Kelurahan Kebun Sirih. Kedua pasien ini terjangkit virus corona karena sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien positif 017 dan 018 yang merupakan Cluster Surabaya.

“Hari ini juga 1 pasien covid sembuh sehingga total jumlah pasien sembuh 5 orang. 1 ODP juga dinyatakan sehat dan selesi masa pemantauan sehingga total ODP sehat berjumlah 23 orang. 1 OTG juga dinyatakan sehat sehingga sudah 44 orang yang sehat,” ungkapnya.

Juru Bicara Tim Pencegahan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra mengatakan pasien kasus positif 037 inisialnya YNR (perempuan, 17) beralamat di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Komoro Jaya. Pasien 037 sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien 007, 021 dan 031. Kasus ini merupakan penularan dari klaster lembang, ujar Reynold Ubra melalui WhatsApp Grup kepada wartawan di mimika, rabu malam ( 22/04/20) pukul 21.00 Wit.

Hari ini Tim Gugus Tugas menemukan 21 ODP baru yang dilaporkan oleh RSMM (2 orang), RSUD (1), PKM Wania (1) dan hasil tracing kontal sebanyak 17 orang, sehingga Total ODP kini meningkat drastis menjadi 200 orang.

Jumlah PDP baru hari ini sebanyak 8 orang yang merupakan temuan dari RSUD (1), RS Tembagapura (2), RSMM (1), perubahan status dari OTG ke PDP (2) dan ODP ke PDP sebanyak 1 orang. Total PDP kini 59 orang.

Untuk OTG hari ini ada temuan 10 kasus baru yang ditemukan oleh RSMM (2), laporan PSC (1), hasil tracing kontak (7), perubahan status dari ODP ke OTG (1) dan perubahan status OTG ke PDP sebanyak 2 orang. Total OTG berjumlah 300 orang.

“Hingga malam ini pasien Covid-18 yang dirawat berjumlah 31 orang. 13 di RSUD, Shelter 11 orang dan RS. Tembagapura 7 orang,” terangnya.

Jubir menambahkan, temuan 3 kasus baru ini membuat jumlah penularan dari Cluster Surabaya semakin meningkat dan hampir sama jumlahnya dengan klaster lembang.

Hal ini karena dari dua pasien yakni positif 017 dan 018 sudah menghasilkan 7 kasus positif baru yakni pasien positif 020, 022, 029, 031, 032 dan 038. Dan mereka merupakan generasi pertama. Ujar jubir.

“Kami perkirakan penularan dari Cluster Surabaya ini masih akan terus bertambah karena aktifiktas berkumpul sejak 2 minggu terakhir masih berlangsung dan kemungkinan masih terjadi,”

Ia juga mengatakan berdasarkan laporan RSUD Mimika, beberapa pasien Covid-19 yang diisolasi sudah menujukan perbaikan kecuali pasien 006 Inisial SDM (L, 58) tahun yang belum menunjukan hasil positif, setelah diperiksa 2 kali pasien 006 masih menunjukan hasil positif padahal telah melewati masa isolasi 14 hari sehingga masa isolasi pasien tersebut akan diperpanjang.

Saya optimis dalam minggu ini akan ada penambahan pasien yang sembuh. Kami mohon dukungan kepada semua masyarakat Kabupaten Mimika baik dalam bentuk doa dan mentaati aturan pemerintah. Kita bisa kalau kita berjuang bersama. Kami terus bekerja keras, tapi kami sangat berharap doa dari kalian semua agar badai ini cepat berlalu, ujarnya.

Raynold menyampaikan, sesuai rencana seharusnya hari Kamis besok tanggal 22 april 2020, mereka akan melaksanakan rapid tes. Namun peralatan tes yang dipesan Tim Gugus Tugas dari Jayapura belum bisa didatangkan karena tidak adanya penerbangan dari Jayapura.

“Tetapi kalau tidak ada halangan maka besok akan tiba dengan pesawat Hercules. Kalau besok tiba, Jumat kita laksanakan rapid tes. Sesuai list, 900 orang akan di tes. Kami juga sudah bentuk 10 tim untuk melakukannya secara mobile dan terjadwal,” jelasnya.

Ia berpesan kepada Warga Mimika, kasus kita masih akan bertambah sekurang-kurangnya 3-4 kasus lagi. Sebab Kasus ini bertambah adalah sederhana, yaitu TIDAK PATUH TINGGAL DI RUMAH, TIDAK PAKE MASKER,TIDAK MEMATUHI ANJURAN PEMERINTAH. AKIBATNYA adalah : Kasus Meningkat, Aktivitas dibatasi, Pendapatan Menurun, Daya Beli Menurun, Banyak Orang yang Tertular, Sakit dan Meninggal. Ujar jubir.

Penulis : Dedi