Breaking News

WASPADA ! BERIKUT FAKTA FAKTA MENGENAI PENYAKIT FILARIASIS

Timika Papua, Tren24jam.com - Denyanto pasimbong 31170153 Mahasiswa fakultas bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana
denypasimbong@gmail.com

Filariasis atau kaki gajah adalah pembengkakan tungkai akibat infeksi cacing jenis filaria.

Cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit kaki gajah atau filariasis disebabkan oleh infeksi cacing jenis filaria pada pembuluh getah bening. Cacing ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

Walaupun menyerang pembuluh getah bening, cacing filaria juga beredar di pembuluh darah
penderita kaki gajah. Jika penderita kaki gajah digigit oleh nyamuk, cacing filaria dapat terbawa
bersama darah dan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Lalu bila nyamuk ini menggigit orang lain, cacing filaria di tubuh nyamuk akan masuk ke dalam pembuluh darah dan pembuluh getah bening orang tersebut. Cacing filaria kemudian akan berkembang biak di pembuluh getah bening dan menyumbat peredaran getah bening, hingga menyebabkan kaki gajah.

Di Indonesia penyakit filariasis merupakan salah satu penyakit yang tersebar luas hampir diseluruh propinsi. berdasarkan laporan dari hasil survey tercatat sebanyak 1553 desa di 647 puskesmas tersebar di 231 kabupaten sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang.

Keadaan lingkungan sangat berpengaruh terhadap cacing filarial, biasanya endemis di daerah hutan dan rawa seperti Sumatra, Kalimantan, jawa, nusa tenggara timur, papua, dan Sulawesi.

Penyebaran dari penyakit filariasis berawal dari nyamuk yang membawa cacing filarial menggigit tubuh kemudian cacing filaria tersebut akan beredar di pembuluh darah. cacing
filariasis adalah Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing dari kelompok nematoda, yaitu
Wucheraria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Ketiga jenis cacing ini merupakan penyebab penyakit kaki gajah dengan cara penularan dan gejala klinis.

Cacing betina akan menghasilkan (melahirkan) larva disebut mikrofilaria, kemudian akan bermigrasi kedalam sistem
peredaran darah.

Penyakit kaki gajah disebabkan karena adanya cacing dewasa yang hidup di saluran getah bening. Cacing tersebut akan merusak saluran getah bening yang mengakibatkan cairan getah bening tidak dapat tersalurkan dengan baik sehingga menyebabkan pembengkakan pada tungkai dan lengan. Cacing dewasa mampu bertahan hidup selama 5–7 tahun di dalam kelenjar getah bening.

Filariasis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang kelenjar dan saluran getah bening resiko resiko yang disebabkan oleh penyakit ini sangat beragam seperti kerusakan limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mammae dan scrotum, serta dapat menimbulkan kecacatan.

Terdapat beberapa faktor resiko yang dapat memicu timbulnya Penyakit filariasis sendiri dimulai dari faktor manusia dan nyamuk, lingkungan serta agen.

Faktor manusia dikategorikan dalam beberapa faktor yaitu umur dimana filiariasis menyerang hampir di semua umur,kemudian jenis kelamin dimana pada faktor ini jenis kelamin laki laki lebih beresiko dibandingkan dengan perempuan hal ini dikarenakan laki laki pada umumnya
lebih sering terpapar dengan vektor (nyamuk) karena pekerjaan, imunitas pada faktor ini orang yang beresiko adalah orang yang pernah terinfeksi tetapi sistem imun dalam tubuhnya tidak membentuk imunitas untuk tubuhnya,lalu untuk faktor lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi distribusi kasus filariasis dan penularannya.

Lingkungan yang memiliki resiko besar seperti daerah daerah perkotaan yang kurang bersih, banyak genangan air, daerah daerah sungai, hutam,dan rawa, dimana daerah tersebut menjadi daerah endemis dari vektor.

Kita dapat meminimalisir Penyakit filariasis dengan melakukan upaya pencegahan, salah satu jenis pencegahannya adalah dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar masyarakat dapat meminimalisir kontak terhadap nyamuk selain itu masyarakat juga dapat mencegah dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar agar nyamuk tidak berada di sekitar rumah atau berada di dekat habitat nyamuk seperti menutup tempat tempat yang banyak genangan air, dan menggunakan kelambu pada saat tidur (berada di daerah endemis).

Maka dari itu untuk mencegah penyebaran penyakit filariasis, mari bersama sama menjaga kebersihan lingkungan, hal tersebut memang tidak mudah untuk bebas dari penyakit filariasis tetapi apabila seluruh pihak bekerja sama akan kepedulian terhadap lingkungan baikk dari pihak masyarakat maupun pemerintah maka kabupaten pangkep akan terbebas dari penyakit filariasis.



(Dedi)