Breaking News

302 ORANG YANG DIPERIKSA DI HARI KE EMPAT PSDD, 35 ORANG DINYATAKAN POSITIF ANTIBODI

Timika Papua, Tren24jam.com - Tim Gabungan Gugus Tugas kab.mimika   melaksanaan pembatasan sosial dipertegas dan diperketat perluas (PSDD), dari pelayanan khusus untuk pelaku para perjalanan yang melanggar ketentuan pemberlakuan jam yang telah ditentukan diatas jam 14.00 Wit. Di hari ke-4 ini yang terdapat di 5 titik sebanyak 302 orang yang di periksa. Dari 302 orang tersebut di temukan 35 orang yang di nyatakan positif antibodi, minggu (24/05/20).

"kami hari ini mendapat 302 orang yang diperiksa artinya ini meningkat dibandingkan hari kedua, hari ketiga, sedangkan di hari ke-4 ada 302 dan dari 302 orang tersebut yang diperiksa di 5 titik dan ditemukan 35 orang yang dinyatakan positif antibodi, dan 5 diantaranya kami sudah bawa ke Shelter untuk diisolasi di sana sebentar 30 orang lainnya melakukan isolasi Mandiri dan kami akan Pantau" ujar Reynold Ubra pada Tren24jam.com.

Reynold Ubra menambahkan. Gambaran dari 302 orang ini yang meningkat di pelaksanaan pembatasan sosial dipertegas dan diperketat perluas (PSDD) ini menunjukkan bahwa masyarakat Timika ini tidak patut.

" Besok hari kami akan mengemukakan nama-nama jika para pelaku perjalanan tetap melakukan aktivitas pada jam-jam yang sudah ditentukan". ungkapnya.

Ia menjelaskan. Dan kami akan membaca nama-nama ini yang di isolasi dan kami umumkan supaya warga bisa melakukan pengawasan.

" kami akan menyebutkan nama beserta alamat secara rinci supaya penduduk sekitar yang nanti akan melakukan pengawasan atau isolasi terhadap orang-orang tersebut" ujar Reynold.

Reynold menambahkan. Tentu saja Ini bukan suatu hal yang memberatkan masyarakat karena kita tahu bahwa pelaku perjalanan ini merupakan pemicu atau  yang merupakan penyebab di mana penyebaran Covid-19 di Kota Timika ini makin meningkat, ini yang perlu kami sampaikan, uangkap jubir dengan tegas.

Reynold menyampaikan di sisi lain kami juga lihat di hari ini mungkin karena bertepatan dengan hari Idul Fitri hari pertama, tetapi sudah tentu sebagaimana yang sudah di himbauan atau diinstruksikan bahwa untuk perayaan Idul Fitri tahun ini salat Ied lakukan di rumah masing-masing kemudian tidak ada kunjungan silaturahmi dari rumah ke rumah semua bisa menahan diri tetap ada di rumah.

" Namun fakta yang terjadi di hari ini instruksi yang sudah disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), kemudian pemerintah provinsi Papua dan juga pemerintah kab.mimika, sepertinya tidak di indahkan oleh warga masyarakat. Kami pikir besok hari sejumlah orang yang nanti kemudian diperiksa darahnya yang positif maupun negatif akan kami umumkan" ujarnya. (Dedi)