Breaking News

Kades Bumiayu Bapoh, Pati, Brutal Tak Punya Rasa Prikemanusian



Pati, Tren24jam.com - Nasib malang menimpa Ari, warga Desa Poijo, Margoyoso, yang mengadu nasib untuk bertahan hidup dengan cara berjualan  es degan (es kelapa, red) di sepanjang jalan Pati - Tayu turut Desa Bumiayu, Dukuh Bapoh.

Pasalnya, warung sumber pendapatan sehari-hari yang sudah ditempati bertahun-tahun tersebut, secara arogan harus dirobohkan oleh Kepala Desa beserta perangkat Desa Bumiayu Bapoh, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. (Kamis, 10-09-2020)

Aksi penggusuran tanpa mengedepankan rasa prikemanusiaan itu terjadi pada siang tadi dengan disaksikan oleh aparatur penegak hukum.

Dengan meneteskan air mata Ari, yang menempati warung tersebut menuturkan, sudah memohon kebijaksanaan kepada, Karyadi, Kepala Desa Bumiayu, agar mau memberikan tenggang waktu untuk mengemasi barang sendiri, namun tidak diberikan.

"Saya sudah minta kebijaksanaan kepada kepala desa agar mau memberikan saya waktu untuk mengemasi barang-barang dan membongkar warung itu sendiri. Tapi Kepala Desa tidak mau dan kekeh dengan keputusannya, bahwa dalam waktu 2 kali 24 jam tempat tersebut harus sudah bersih." Ujarnya

Lebih lanjut, "dalam waktu sesingkat itu jelas saya gak bisa membongkar warung itu sendiri. Hingga akirnya dirubuhkan oleh pihak Desa." Pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Warno, Salah satu anggota LSM Ganas Pati, sangat menyayangkan sikap Kepada Desa yang terkesan arogan.

"Walaupun itu bukan warganya, tapi Ari ini juga warga Negara Indonesia, seharusnya Karyadi selaku Kades Bumiayu dapat bersikap lebih obyektif dan mengedepankan rasa kemanusiaan." Ucapnya.

Kronologi peristiwa bermula ketika pihak Desa diberikan wewenang oleh pemilik tanah untuk melakukan penggusuran warung tersebut, karena diduga ada bangunan semi permanen. (PJW)