Breaking News

Oknum Kepsek SMPN 1 Luahagundre Di Duga Pungli

 


Nias Selatan, Tren24jam.com - Beberapa bulan yang lalu orang tua siswa mendatangi wartawan ini dengan tujuan menyampaikan kecewaan mereka atas Kepemimpinan Kepala sekolah SMP Negeri 1 Luahagundre 'Jekieli Wau' diduga Setiap kali ujian sekolah, siswa diminta pungut biaya,dengan alasan biaya pengawas ujian dan saat pengambilan Izajah harus bayar 100 ribu baru di serahkan,dan kekecewaan itu kembali di ungkap beberapa orang tua siswa SMP negeri 1 Luahagundre kepada wartawan ini,Sabtu (13/03/2021)

Kemudian bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tahun 2020 tak kunjung disalurkan,kami tidak tau apa kendala,padahal ini sudah memasuki tahun 2021,jelas orang tua siswa dengan nada kecewa.

Saat dikonfirmasi hal ini kepada kepala sekolah mengatakan soal pungutan itu tidak benar, hanya saja biaya itu bukan untuk pribadi saya, melainkan digunakan untuk biaya kebutuhan kalau tamu datang, dengan nada terbata- bata,'jelas kepsek Wau.

Pernyataan kepsek tersebut sangat bertolak belakang dengan regulasi dan juknis anggaran disekolah.

Notabenenya, sekolah tersebut salah satu penerima Anggaran Dana Bos (Biaya Operasional Sekolah),dimana Dana BOS diperuntukan untuk pengembangan pesputakaan, kegiatan penerima peserta didik baru, pembelajaran dan ekstrakuler, ulangan dan ujian, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan/rehab dan sanitasi, pembayaran honor bulanan, pengembangan profesi guru, dan tenaga pendidikan, membantu siswa miskin pengelolaan sekolah, pembelian dan perawatan computer, dan biaya lainya. Biaya lainya yang di maksud misalnya pembelian peralatan UKS dan darurat bencana.

Adapun penggalangan dana yang seharusnya di lakukan oleh komite sekolah di atur dalam peraturan Mendikbud no.75 Tahun 2016 tentang komite sekolah. Pada pasal 10 ayat 2 penggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan liar.(Mesi Buulolo).