Breaking News

Angota Kelompok Seni Pati Sebut, Bupati Pati Lebai Dan Tebang Pilih Terapkan Perbub.

Pati, Tren24jam.com - Sangsi sosial bagi warga masyarakat yang tetap cuek atau BLUBOH dan melanggar Peraturan Bupati No 49 Tahun 2020 Tentang Tatanan Normal seperti yang disosialisasikan di Kecamatan Sukollilo, dianggap berlebihan dan terkesan tebang pilih.

Menurut Sutik, salah satu anggota Kelompok Seni Pati, statement Bupati Pati dalam memberikan pemaparan terkait wabah Covid 19 terlalu ngawur dan berlebihan.

"Bupati itu sebagai pamomong Kaulo (rakyat) atau pepunden wujud, seharusnya dia hati-hati dalam berbicara. Contohnya berita terkait 9 Naskes yang terkena Corona itu, setelah di pastikan malah hasilnya negatif. Apa dia gak kasihan dengan kondisi sikologis yang bersangkutan di masyarakat yang sudah terlanjur dikucilkan. Hal itu terjadi kan karena omongan bupati yang tanpo waton." Ucapnya (09-09-2020)

Dirinya menambahkan, Peraturan Bupati tentang tatanan New Normal tersebut terkesan paksaan untuk menutupi rasa malu dan tidak mengedepankan fakta di lapangan.

"Bupati asal terbitkan Perbub, tanpa didukung dengan data dan fakta secara riel. Hal itu mungkin untuk menepis rasa malu terhadap kebijakan Bupati - Bupati di wilayah eks karisidenan Pati yang sudah membuka dan membebaskan semua jenis kegiatan termasuk kegiatan seni dan pariwisata dimasing masing wilayah Kabupaten." Imbuhnya.

Lanjutnya, yang dimaksud sangsi sosial itu apa ? Harusnya dijelaskan dan dipublikasi secara detail ke masyarakat.

"Aturan harus diterapkan secara adil jangan tebang pilih. Seperti saat ini saya jelas merasakan imbas aturan yang tidak adil itu. Pertunjukan seni tidak diperbolehkan, tapi tempat hiburan malam dibuka loss tanpa batas." Tandasnya.

Selaku tokoh kelompok seni di Pati, dirinya berharap supaya Bupati Pati ketika berbicara kepada publik agar lebih berhati-hati. Karena orang Jawa kususnya warga Pati Bupati itu sebagai pepunden atau dahyang yang wujud.

"Bupati Pati itu pamomonge Kaulo rakyat se Kabupaten Pati, seharusnya di bulan suro seperti saat ini dia itu tirakat memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk warganya, bukan malah membuat aturan yang menyengsarakan rakyatnya." Pungkasnya.  (PJW)