Breaking News

Pengaspalan Jalan Desa Gunungsari Pati, Diduga Mainkan Spesifikasi Untuk Meraup Banyak Keuntungan


Pati, Tren24jam.com - Entah apa yang merasuki pikiran dan hati nurani kepala desa Gunungsari, Kecamatan Batangan, Pati, ini. Pasalnya, pengaspalan jalan Dukuh Klagen RT 06, RW 01, dengan volume panjang 516 meter dan lebar 2,5 meter yang menelan anggran dari Bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 senilai Rp 175 juta ditambah swadaya dari masyarakat sebanyak Rp 3,5 juta, dalam hitungan hari sudah terkelupas dan nampak acak-acakan seperti selesai dilakukan tambal sulam.  (Minggu, 27-10-2020)

Berdasarkan informasi warga sekitar, proyek pengaspalan jalan tersebut sudah dinyatakan selesai oleh pihak pemerintah desa sejak tanggal 23 September 2020.

"Setau saya Rabu kemarin sudah dinyatakan selesai 100% oleh pihak pemdes. Tapi baru beberapa hari dilalui kendaraan aspalnya sudah terkelupas seperti itu. Saya juga masih melihat ada pekerja yang melakukan perbaikan." Ungkap warga sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya karena takut dengan suami Kepala Desa.

Sementara, Supriyati, Kepala Desa Gunungsari, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, pengaspalan jalan tersebut sudah sesuai spesifikasi dan dirinya masih menunggu dilakukan monitoring dari pihak dinas terkait.

"Kalau menurut saya sudah sesuai spesifikasi, soalnya belum dilakukan monitoring dari pihak dinas terkait." ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pengaspalan jalan tersebut dilakukan secara swakelola, hanya tenaga teknis saja diambil dari pihak luar.

"Yang mengerjakan masyarakat, namun ada tenaga ahli dari luar Desa yang ikut bekerja." pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bintang JB Kabid Humas DPP BPPI  mengaku prihatin atas statement yang disampaikan Kepala Desa. Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada awak media tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

"Saya yakin spesifikasi pengaspalan jalan desa tersebut dimainkan pihak pemdes, tujuannya jelas untuk mencari untung yang banyak. Kalau ingin lebih jelas akan saya buktikan dengan cara uji teknis." Pungkasnya. (PJW)