Breaking News

Telusuri Kotornya Birokrasi di Kota Berjuluk Bumi Mina Tani

Pati, Tren24jam.com - Tak dipungkiri isu dan polemik suap - menyuap dikalangan pejabat birokrat di Kabupaten Pati sering dijadikan perbincangan di Masyarakat.

Bahkan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, yang mana dugaan aksi tidak terpuji tersebut sering kali diumpakan seperti kentut yang terdengar suaranya namun sulit dibuktikan wujudnya.

Semua stakeholder seolah-olah sudah kompak dalam mempermainkan drama kolosal yang jelas menyakiti hati nurani rakyat.

Contohnya, berdasarkan penelusuran dilapangan, banyak informasi yang masuk ke awak media ini terkait aksi sunat menyunat Bantuan Keuangan yang ditenggarai dilakukan oleh oknum DPRD.

"Sudah menjadi hal yang wajar jika bantuan keuangan daerah yang biasa dikenal dengan ASPIRASI DEWAN, terjadi aksi suap menyuap prosentase dari jumlah anggaran, kalau di Pati 10-25 persen." Ujar, salah satu pemain aspirasi yang enggan disebutkan namanya. (Rabu, 09-09-2020)

Anehnya, pernah juga terlontar pengakuan dari salah satu Kades di Pati yang saat ini sudah tidak menjabat, bahwa ada permainan amplop dibawah meja ketika meminta tanda tangan di salah satu dinas tertentu dengan dalih uang kemitraan.

"Memang sudah hal biasa ngasih sesuatu pada saat minta tanda tangan ke pada oknum dinas tertentu, Biasanya ketika minta tanda tangan SPJ atau pencairan termin berikut." Ujarnya.

Sementara untuk menyikapi praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang diduga sudah menjangkiti otak oknum pejabat di Pati perlu dilakukan pengawasan secara mendalam dan teliti.

"Koruptor di Kabupaten Pati memang dikenal licin, soalnya semua lini saling berkaitan dan terkoordinir dengan rapi. Butuh proses panjang dan berhati-hati untuk membongkar semua itu." Cetus, Warno, LSM GanasPati.    (PJW)