Breaking News

Pati, Dulu Terkenal Paranormalnya, Sekarang Terkenal Prostitusinya


Pati, Catatan Jurnalis, Tren24jam.com - Sangat memprihatinkan keadaan moral dan mental pemimpin Kabupaten bertajuk Bumi Mina Tani ini. Pasalnya, ditengah kemegahan dan keindahan tata kota serta kemajuan disektor perekonomian, kini di Kabupaten Pati muncul penyakit perusak mental dan moral generasi anak bangsa yang sulit dikendalikan. (Selasa, 06-10-2020)

Penyakit tersebut ialah tempat caffe karoke mesum, dan sejumlah tempat lokalisasi disepanjang jalan Pantura, serta salon esek - esek  berlokasi ditengah kota yang semakin menjamur.

Pemerintah Kabupaten Pati seolah-olah dibuat lemah syahwat dan tak berdaya untuk menghadapi maraknya para pelaku bisnis lendir di bumi tanah kelahiran syeh jangkung ini.

Ironisnya, berdasarkan penelusuran dilapangkan, para pekerja dan pelaku bisnis haram tersebut bukan warga asli Kabupaten Pati, tapi dari luar kota.

Contohnya di Lokalisasi Lorong Indah Kecamatan Margorejo Pati, mayoritas pengelola dan pekerja rumah bordil tersebut kebanyakan dari warga luar kota.

Sikap dan sifat warga masyarakat Kabupaten Pati yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya andap asor serta ramah tamah terhadap sesama manusia, ditenggarai dimanfaatkan oleh oknum pelaku bisnis haram tersebut untuk melakukan aksi suap-menyuap terhadap oknum pejabat publik yang gila akan materi tanpa pernah memikirkan moral dan mental generasi anak bangsa.

Karena adanya aksi suap-menyuap tersebut, acap kali mereka terlibat aksi kucing-kucingan dengan petugas keamanan, pasalnya razia yang digelar ditengarai sudah bocar terlebih dahulu. 

Sementara Bupati beserta jajaran hanya bisa duduk terdiam tanpa pernah mengambil tindakan sama sekali, mesti banyak tokoh ulama besar yang getol bersuara agar Pati bersih dari tempat maksiat. Namun bagi para elit pejabat di Pati mengagap semua itu hanya sebuah angin lalu.

Jika kali jodo di Jakarta mampu diratakan Ahok, Ndoli di Surabaya dibubarkan Walikota Risma, Akan tetapi kalau di Pati tempat prostitusi malah terkesan akan dijadikan tempat destinasi pariwisata unggulan pelepas syahwat.

Sangat disayangkan jika Kabupaten Pati harus kehilangan kewibawaan sebagai kota tua yang banyak menyimpan kearifan budaya lokal serta sejarah tentang cerita dan kisah kesaksian para tokoh pendiri Kabupaten Pati hanya gara-gara tempat prostitusi.  (PJ)