Breaking News

Curigai Gunakan Dana Desa Untuk Kepentingan Bisnis, Kades Tambaharjo, Dilaporkan Warga Ke KPK


Pati, Tren24jam.com - Perwakilan warga masyarakat Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, adukan Kepala Desa ke kantor KPK terkait dengan Pengelolaan Dana Desa yang dicurigai untuk kepentingan bisnis pribadi. (Kamis, 14-01-2021) 

Dengan didampingi Kabid Humas DPP BPPI Bintang JB, perwakilan dari warga masyarakat Desa Tambaharjo tersebut melangkah masuk kedalam gedung anti rasua itu dengan penuh keyakinan, 

"Kita datang ke sini untuk menyampaikan data pengelolaan Dana Desa tahun 2015 - 2020, yang ternyata dimanfaatkan Kades untuk kepentingan bisnis pribadi." Ujar, Bintang JB, saat diwawancarai paska keluar dari kantor KPK. 

Dirinya menambahkan, kegiatan yang berbasis meningkatkan mutu dan kwalitas SDM yang dicanangkan oleh Pemerintah Desa Tambaharjo, ternyata hanya dijadikan dalih Kepala Desa supaya dapat meraup keuntungan dari Dana Desa, 
"Berbagai kegiatan seperti peningkatan SDM masyarakat, setelah kami telusuri ternyata dijadikan bisnis Kades supaya dapat mencaplok banyak keuntungan dari DD. contohnya seperti BUMDes yang sampai saat ini tidak jelas pengelolaannya." Imbuhnya. 

Tidak hanya Desa Tambaharjo saja yang diadukan ke KPK, dirinya menambahkan, "ada beberapa Desa di Kabupaten Pati yang datanya kita adukan ke KPK yang diantaranya Desa Cabak, Desa Tegalwero dan beberapa Desa yang lainnya lagi. Karena kita menilai, jika data ini diadukan kepada aparat penegak hukum yang ada disana, dapat dijadikan santapan empuk oknum tikus birokrat yang nongkrong di sekeliling K1." tegasnya. 

Tak tanggung-tanggung Bintang JB, menyebutkan, Kabupaten Pati adalah salah satu Kabupaten atau Kota yang mungkin potensi korupsinya terbesar se Jawa Tengah yang luput dari pantauan aparatur penegak hukum. 

"Predikat WTP dari BPK untuk Kabupaten Pati perlu diteliti secara mendalam. Maka dari itu pihak KPK kita dorong agar benar-benar mau mendengar informasi dari masyarakat, dan segera melakukan investigasi kinerja para elit Legislatif dan Exskutif di Pati." pungkasnya.   (Tim)