Breaking News

Bupati Gelar Rapat Penanganan Korban Banjir Bandang Paya Tumpi


Takengon,Tren24jam.com-Menindaklanjuti penanganan korban banjir bandang yang melanda Kampung Paya Tumpi Baru pada 13 Mei 2020 silam, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar menggelar rapat evaluasi di Ruang Kerja Bupati.

Rapat yang dilangsungkan pada Sabtu (17/04) itu dihadiri oleh Sekda Aceh Tengah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pertanahan, Perwakilan Dinas Perkim, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Baitul Mal, dan Camat Kebayakan.

Para peserta rapat secara bergantian memberikan masukan serta saran berkenaan dengan kondisi situasi di Paya Tumpi Baru, baik dari segi keadaan kampung maupun korban terdampak, serta langkah-langkah yang harus dilaksanakan kedepan.

Merespon masukan-masukan peserta rapat, Bupati Shabela menekankan agar mengutamakan para korban terdampak banjir bandang yang saat ini tinggal di Rumah sewa yang dijadikan tempat tinggal sementara.

Shabela berupaya membantu para korban untuk proses pembangunan Rumah Layak Huni.

"Pembangunan Rumah Layak Huni akan kita upayakan, baik melalui anggaran dari Baitul Mal Aceh Tengah maupun Dinas Perkim. Untuk itu kita akan merevisi Perbup terkait bantuan rumah tersebut apabila terdapat kendala mengenai payung hukumnya" ujar Shabela.

Sembari menunggu proses pembangunan rumah layak huni, menurut Shabela, pemerintah akan tetap membantu pembiayaan sewa rumah yang sekarang dihuni para korban.

"Merupakan kewajiban kita, untuk membantu melanjutkan sewa rumahnya (para korban banjir)" kata Shabela melanjutkan.

Menurut Kepala Baitul Mal Drs. H. Ridwan Qari, korban yang dapat dibantu pembangunan rumah layak huni adalah korban banjir yang berstatus miskin, yaitu penghasilan yang didapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya serta memiliki pengeluaran tak terduga seperti berobat atau bencana.

Di lain pihak, pada rapat itu juga dibahas mengenai reboisasi serta normalisasi saluran air sebagai upaya pencegahan banjir yang kemungkinan dapat terjadi kembali di masa-masa mendatang.