Breaking News

Semarak Tari Guel Massal Warnai Hari Jadi Kota Takengon Tahun 2022

Takengon, tren24jam.com - Gemuruh tepuk tangan dan pandangan mata terpukau dari ribuan penonton tampak warnai gelaran suguhan Tari Guel Massal dan Senam Berok, dalam rangka memeriahkan Hut Kota Takengon ke 445, di Lapangan Setdakab Aceh Tengah, Sabtu (19/02/22).

Persembahan Tari Guel Massal dari para pelajar putra SD/Min, SMP/MTsN dan SLTA se Aceh Tengah serta Senam Berok oleh 150 Penari dari HimPAUDI dan IGTK se Kabupaten Aceh Tengah tersebut merupakan kado istimewa gagasan dari Komunitas Guel Aceh Tengah bentuk apresiasi Putra Putri tanah Gayo yang turut berpartisipasi memeriahkan Hut ke 445 Kota Takengon Tahun 2022.

Tidak hanya memukau Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar beserta jajaran Unsur Pimpinan Daerah, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah serta Masyarakat lokal, gerak gemulai dipadu hentakan irama bernuansa sakral tarian guel khas tanah Gayo ini juga memukai pengunjung dari Kabupaten Tetangga, Bener Meriah, Gayo Lues dan juga Aceh Timur yang turut hadir pada kesempatan tersebut.

Secara terpisah, Bupati Aceh Tengah sebelum menyaksikan penampilan dua tarian tersebut menyampaikan.

"Kami mengapresiasi anak-anak kami, para pelajar SD, SMP dan SMA sederajat, yang sudah gigih bersemangat beberapa hari ini ke belakang ini melaksanakan latihan Tari Guel massal untuk ditampilkan di lapangan Setdakab dalam rangka memeriahkan Hut Kota Takengon," Ungkap Shabela Abubakar Bupati Aceh Tengah.

"Tari guel ini akan terus kita budayakan, apalagi tari guel sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2016 lalu," Lanjut Bupati Antusias. 

Usai menyaksikan persembahan tersebut Bupati juga berkesempatan menyerahkan secara langsung Piagam Penghargaan kepada para penggagas dan pelatih pertunjukan Tari Guel massal, penghargaan tersebut diberikan kepada Zulfadli, Taufik hidayat, dan Ahmad Dahlan atas dedikasinya melestarikan tari guel sebagai warisan budaya dari dataran tinggi Tanoh Gayo.

Tari Guel sendiri Berdasarkan cerita rakyat di daerah Gayo, berasal dari gerak dan irama menjinakkan Gajah putih yang dibawa dan dipersembahkan kepada Sultan Aceh Darussalam, berasal dari mimpi Sengeda yakni anak Raja Linge ke XIII, selanjutnya bertemu saudara kandungnya Bener Meriah yang konon telah terlebih dahulu meninggal dunia.

Bila para pemain benar-benar menguasai tarian ini, terutama peran Sengeda dan Gajah Putih maka bagi penonton akan merasakan ketakjuban luar biasa, seolah terjadinya pertarungan antara Sengeda dan Gajah Putih. Upaya yang tampak dari kipasan kain kerawang Gayo di Punggung Penari seakan mengandung kekuatan yang luar biasa sepanjang tarian. 

Inilah yang kemudian dikenal temali sejarah yang menghubungkan kerajaan Linge dengan Kerajaan Aceh Darussalam begitu dekat dan bersahaja, Pertunjukan atraksi Tari Guel, yang sering kita temui pada saat upacara perkawinan, khususnya di Tanah Gayo, tetap mengambil spirit pertalian sejarah dengan bahasa dan tari yang indah.

Tari Guel adalah salah satu khasanah budaya Gayo di Provinsi Aceh. Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi Gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekedar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri.

Semoga dengan Persembahan Tari Guel Massal dalam rangka memeriahkan Hut Kota Takengon ke 445 ini merupakan  wujud nyata menumbuhkan kecintaan dan semangat melestarikan serta menghayati kebudayaan, dalam hal ini terwujud dalam seni tari yang berasal dari Tanoh Gayo Aceh Tengah.

Tidak ada komentar

Berkomentarlah sesuai dengan topik dan tidak menaruh link aktif. Terima kasih atas perhatiannya.