Breaking News

"1 Orang Warga Bener Meriah Meninggal Dunia Karena Positif Covid-19"


Redelong,Tren24jam.com-Seorang warga Kabupaten Bener Meriah yang sebelumnya dikebumikan dengan protokol Covid-19 berinisial Almarhumah RN (64) asal Kecamatan Bukit dengan status awal probable akhirnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bener Meriah
Riswandika Putra, S.STP, M.AP, Sabtu (15-08-2020)

“Berdasarakan laporan hasil pemeriksaan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan
Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang diterima oleh Gugus Tugas
Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah dengan nomor PM.0301/2/11/5/2020, tertanggal 10 Agustus 2020 terkait hasil pemeriksaan RT-PCR Metode Real Time COVID-19

Almarhumah RN dinyatakan positif Covid-19,”terang Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, S.STP, M.AP
Setelah menerima hasil SWAB yang dikeluarkan oleh pihak Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan
Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan ,

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bener Meriah akan mendatangi
kediaman almarhumah untuk menyampaikan hasil SWAB yang telah keluar, sehingga kontak erat almarhumah harus
dilakukan test SWAB.
Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu (29/7/2020) seorang warga Bener Meriah dengan inisial RN (64 Tahun)
di kebumikan dengan protokol Covid-19. Sebelumnya Almarhumah terlebih dahulu dilakukan Postmortem SWAB hal ini dilakukan karena berdasarkan pemeriksaan awal Rapid Test yang bersangkutan reaktif.

”Kami juga memohon
maaf untuk keterlambatan hasil SWAB ini dikarenakan ada masalah teknis di Balitbangkes Aceh dan untuk salah
seorang keluarga dekat Alm. RN juga sudah dilakukan SWAB, kita doakan semoga hasilnya negatif” pinta Jubir
GTPP Bener Meriah Riswandika Putra, S.STP, M.AP.

Dalam penanganan Covid-19 ini GTPP Covid-19 Bener Meriah sangat berhati-hati dalam mengambil setiap
keputusan dan selalu melakukan koordinasi taktis dengan pihak terkait sehingga setiap keputusan benar-benar
sudah matang, seperti dalam kasus ini keputusan untuk melakukan pemakaman dengan protokol Covid-19 pada
awalnya harus kami lakukan dengan berbagai pertimbangan."pungkas Riswandika


(An)