Breaking News

Di jalan ini, Kisah Heroik Tentara Indonesia menumpas habis Para Penjajah.

Pati, Tren24jam.com – Jika menuju ke Kecamatan Gembong, Pati, Pasti kita akan melewati nama Jalan ini. Jalan yang dikenal masyarakat Kabupaten Pati dengan nama jalan Trowelo tersebut, ternyata menjadi saksi bisu sejarah kegigihaan Tentara Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia untuk menumpas Tentara Sekutu.

Salah satu saksi mata, Mbah Mandor (91), yang mengetahui langsung peristiwa pertempuran berdarah di Trowelo tersebut menceritakan, ketika truk dengan berpenumpang sekitar 50 lebih tentara sekutu yang ingin mengetahui keadaan Kecamatan Gembong, diserang oleh Tentara Indonesia hingga mengakibatkan semua tentara sekutu meninggal dunia.

“Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 1944, kalau tanggal dan bulannya saya sudah lupa, seingat saya setelah perginya Jepang meninggalkan Indonesia, kemudian tentara sekutu datang ke Indonesia. Pada waktu itu malam hari, ketika tentara sekutu menuju Ke Gembong dengan menaiki truk, kemudian sesampainya di sepanjang jalan Trowelo tentara sekutu diserang habis – habisan tanpa tersisa oleh tentara Indonesia. Bahkan saya melihat langsung sekitar ada lima puluhan lebih mayat tentara sekutu berserakan di sepanjang jalan Trowelo,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, keesokan hari suasana Kabupaten Pati sangat mencekam, tembakan dari udara tentara sekutu membrondong Desa-Desa sekitar Trowelo sampai ke wilayah Pati Kota, yang mengakibatkan 2 petani asal Desa Semirejo dan Dukuh Karang nongko meninggal dunia. Tak hanya itu, Setiap malam hari mereka berpatroli masuk ke Desa – Desa guna mencari tentara Indonesia.

“Pada waktu itu suasana di Pati sangat mencekam, tentara sekutu melakukan patroli siang dan malam untuk mencari keberadaan tentara Indonesia. Namun tentara indonesia bersembunyi di hutan.” imbuhnya.

Tak dipungkiri, jika Trowelo menjadi salah satu tempat yang angker di Pati. Pasalnya, tempat tersebut pernah dijadikan ajang pertumpahan darah yang hebat. Dan Seharusnya, Pemda Pati membuat monumen bersejarah di Trowelo, sebagai bentuk penghormatan atas kegigihan tentara tanpa bayaran Republik Indonesia untuk menumpas penjajah. (Wj)