Breaking News

Astaga, Kades Cantik di Juwana ini, Diduga Lakukan Pungli Di sejumlah Tempat Caffe Karaoke

Pati, Tren24jam.com - Aksi tidak terpuji dan terkesan ngawur yang dilakukan oleh orang nomer satu di Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana, Pati, sontak menjadi bahan perbincangan hangat sejumlah warga masyarakat.

Pasalnya, sosok wanita cantik yang menjabat sebagai Kepala Desa tersebut, diduga telah melakukan pungutan liar disejumlah tempat hiburan malam Caffe Karaoke yang berlokasi di ruko turut Desa Karangrejo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, ada beberapa tanda bukti pembayaran berupa kwitansi dengan menuliskan nominal uang sebanyak Rp 900 ribu Rupiah, guna membayar biaya operasional pemasangan tiang listrik, yang dilegalisir oleh Kepala Desa.

"Ada tiga orang yang disuruh narik namanya, Hariadi, Narpodo, Dan Suyono, ketiganya itu orang suruhan Kepala Desa." Ungkap salah satu donatur yang enggan disebutkan namanya. (Minggu,25-10-2020)

Sementara, melalui sambungan telepon, Yunita, Kepala Desa Karangrejo, menuturkan, pungutan tersebut berdasarkan inisiatifnya sendiri yang rencananya untuk biaya operasional pemasangan tiang listrik.

"Karena di Desa ada kegiatan pemasangan tiang listrik, saya mempunyai inisiatif untuk minta donatur. Intinya inisiatif saya sendiri !!!" Tuturnya.

Anehnya, pada saat dikonfirmasi lebih jelas lagi, dirinya memilih diam dan langsung mematikan sambungan telepon, lalu kemudian tidak dapat dihubungi kembali.

Menanggapi hal tersebut, Suyanto, Sekertaris LPKKP (Lembaga Pusat Kajian Kebijakan Publik) Kabupaten Pati, sangat menyayangkan atas prilaku Kepala Desa Karangrejo. 

"Itu jelas pungli dan perlu ditindak lanjuti secara hukum, yang namanya swadaya harus dilakukan musyawarah terlebih dahulu, tidak langsung main tarik begitu."  Tegasnya.

Lebih lanjut, " Kepada Desa seharusnya memberikan contoh yang baik serta melindungi mengayomi masyarakat, bukan malah sewenang-wenang seperti itu." Imbuhnya.

Diinformasikan pula, selain ada tempat hiburan malam caffe karaoke, dibelakang Ruko Desa Karangrejo, juga dijadikan lokalisasi prostitusi berkedok warung remang-remang yang diduga dikelola oleh orang-orang pendukung Kepala Desa.   (PJ)