Breaking News

Don Ara Kian Berharap Presiden Jokowi Turun Ke Flores Timur

Don Ara Kian di dampingi Penasihat Hukum Matheus Mamun Sare, SH di Rumah Adat suku Kwaelaga hari ini Rabu, 30 Desember 2020 di Desa Sandosi


Adonara, Tren24Jam.com -  Perjalanan panjang terhadap Perkara Tindak Pidana Pembunuhan di Wuluwata pada hari  Kamis tanggal 5 Maret 2020, sejak Laporan Polisi tanggal 7 Maret 2020 oleh korban selamat atas nama Markus Suban Kian alias Suban (saat ini terpidana 14 tahun penjara) dan pelapor atas nama Donatus Ara Kian alias Don,  sejak saat itu pihak Penyelidik dan Penyidik Polres Flores Timur Hanya dengan negosiasi dan koordinasi bukan penyelidikan dan penyidikan, akibat hukumnya hanya bisa melakukan  proses hukum terhadap 8 (delapan) terpidana dari kelompok Rafael Kopong Tokan  hingga pada putusan Pengadilan yang terjadi di PN Larantuka atas kasus pembunuhan berencana yang terjadi di Wuluwata Desa Baobage Kec. Witihama Kab. Flores Timur NTT,  pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2020, diduga kuat telah direncanakan sejak tahun 2018 oleh kelompok Rafael Kopong Tokan, menyisahkan seribu tanya terhadap Don Ara Kian yang adalah Anak sulung dari salah satu korban dibunuh, dipotong,  dicincang dan dimutilasi,  dengan begitu keji oleh para pelaku yang hingga kini berdasarkan putusan pengadilan yang dibacakan Hakim ketua David F. A  Porajow, SH, MH menyisahkan kekesalan mendalam di keluarga besar suku kwaelaga di Sandosi.


Oleh sebab itu keluarga korban yang dibunuh,  dipotong,  dicincang dan di mutilasi,   memohon agar Presiden RI "Ir. Joko Widodo" turun langsung ke tanah Flores Timur,  baik selaku Kepala Negara RI maupun selaku Kepala Pemerintah RI, disebabkan di Flores Timur telah terjadi darurat penegakan hukum, karena diduga selama ini telah terjadi perselingkuhan hukum oleh oknum-oknum Pejabat Penegak Hukum yang berwenang, dugaan kuat terbukti melalui Pertimbangan Hukum Majelis Hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Larantuka terhadap Perkara Tindak Pidana Pembunuhan di Wuluwata, terang Dona Ara Kian.   (Bernard)