Breaking News

Yudi Gayo Salah Satu Aktivis Kabupaten Bener Meriah Mengatakan,"Dinas Pertanian Bener Meriah Gagal Berikan Pencerdasan Kepada Petani"


Bener Meriah,Tren24jam.com-Yudi Gayo Salah satu Aktivis Kabupaten Bener Meriah mengatakan Kepada awak Media, Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah Telah gagal memberikan Pencerdasan Kepada Petani kopi di Bener Meriah. 

Menurut Yudi, Memberikan Pencerdasan tentang Pertanian kepada Masyarakat di Bener Meriah ini salah satu tugas Dinas Pertanian, saat ini kita mendengar Bahwa telah terjadi penurunan Harga Kopi dari beberapa bulan kebelakang Khususnya di Bener meriah, ini adalah akibat dari Kualitas Kopi yang di hadirkan Menurun, juga kabar yang kita dapatkan datang dari sebuah pernyataan dari Media resmi Pemerintah Aceh "Komisi Eropa bersepakat untuk menurunkan batas kandungan residu dari yang mulanya 0,05 mg/kg produk menjadi 0,01 mg/kg." Yang di akibatkan oleh adanya indikasi Zat Kimia yang terkandung dalam kopi tersebut sehingga terjadi Penurunan kualitas dan Harga kopi. 

"Lanjut Yudi, saat ini Dinas Pertanian dan Pemerintah secara tidak langsung menuduh masyarakat melakukan kecurangan terhadap itu, dengan alasan Masyarakat mengunakan zat Kimia untuk penyemprotan Rumput yang Berefek mengakibatkan turunnya kualitas dari Buah Kopi Organik ini, Hal itu diakibatkan oleh Kurangnya Peran Dinas Pertanian Terhadap Petani kopi khususnya.

Saya ingin tegaskan, memberikan Sosialisasi dan penyadaran kepada Masyarakat adalah tugas dan kewajiban pemerintah dalam bidang Pertanian, ini terkhusus tugas Dinas Pertanian yang terlebih harus berperan, Jika pemerintah mengetahui masyarakat kita melakukan kesalahan seperti itu, Artinya Dinas Pertanian gagal memberikan Pencerdasan kepada Petani kita atau memang tidak pernah sama sekali memberikan pencerdasan kepada petani kopi dengan membiarkan mereka melakukan itu. Tegas aktivis ini

Tambahnya, saat ini Dinas Pertanian hanya menjalankan Program yang tidak terlalu di Butuhkan Petani Kopi, seperti salah satu program yang dilakukan Dinas pertanian dengan Pembagian Alat Penyemprot Rumput, ini jika kita pahami, Bahwa masyarakat petani kopi itu memang sengaja diajarkan untuk melakukan suatu kesalahan, agar menggunakan alat penyemprot itu untuk membasmi rumput dengan menggunakan zat-zat kimia yang dapat memengaruhi turunnya Kualistas kopi Gayo terbaik ini.

Dengan anggaran begitu Besar seharusnya Dinas terkait membuat Program yang lebih efektif bgi Masyarakat, Seperti mesin yang lebih Modern untuk pembasmi/Pemotongan Rumput dan sejenisnya, yang lebih mempermudah Pekerjaan Petani Kopi tanpa menggunakan zat kimia di Kabupaten Bener meriah, namun Pemerintah hanya menghadirkan Program Gaya lama dan menjadikannya sebagai Formalitas saja serta membuang anggaran yang tidak terlalu penting tanpa memikirkan efek buruk dari kualitas Tanaman kopi.

“Saya melihat Dinas Pertanian gagal menjalankan Fungsinya, Masyarakat Bener Meriah hari ini mayoritas Berprofesi Sebagai Petani kopi, namun tidak ada Peningkatan apapun untuk Petani saat ini yang di berikan Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah.

Saya meminta Kepada Bupati Bener Meriah, Jika Memang Dinas Pertanian Bener Meriah Tidak Bisa Menjalankan Tugas dan kewajibannya Sesuai Tupoksinya, maka Kepala dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah harus segera Digantikan Dengan yang lebih Berkompeten dan potensial”-Tegas Aktivis ini lagi

Selain itu, Dia ingin mengajak seluruh Petani Kopi Gayo untuk bersama-sama menjaga Kualitas Kopi yang ada di kabupaten Bener Meriah, “Jangan kita hilangkan kualitas kopi kita, mari tetap kita jaga kualitas Kopi kita dan membuatnya menjadi lebih berkualitas”Tutup Yudi.


(AK/read Yudi)