Breaking News

Bupati Bener Meriah Desak BKSDA Aceh, Terkait Konflik Gajah Liar di Pintu Rime Gayo


Bener Meriah | tren24jam.com - Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi mendesak Pemerintah Provinsi Aceh melalui  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk secara konprehnsif menangani masalah konflik gajah liar dengan masyarakat yang berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Konflik gajah dengan manusia di Pintu Rime Gayo sudah mulai sejak tahun 2013, sudah memakan banyak korban, harta, benda maupun nyawa, tentu saja Kabupaten Bener Meriah tidak sanggup menangani ini sendirian, karena konflik ini tidak hanya terjadi  di Bener Meriah tapi juga ada di 4 Kabupaten di Aceh, walaupun saat ini konfliknya terbesarnya ada di Bener Meriah, Pintu Rime Gayo,  kata Bupati Tgk. H. Sarkawi menerangkan.

“Pananganan nya harus konfrehnsif, menyeluruh tidak bisa ditangani oleh Bener Meriah saja, beberapa waktu yang lalu kami telah mengusulkan kepada Pemerintah Aceh agar ini secepatnya ditangani, penanganan yang sifatnya tuntas," tegas Bupati.

“Sekarang ini kita seperti memadamkan api, artinya ada konflik usir. Ada konflik usir, ada rumah rusak diperbaiki dan juga ada santunan, tapi itu tidak menyelesaikan, karena untuk menyelesaikan ini membutuhkan anggaran yang sangat – sangat besar," jelas Bupati.

Lanjut Bupati, tentu dalam hal ini BKSDA Aceh sangat berperan dalam masalah ini, tapi nampaknya BKSDA Aceh  ini tidak bisa diandalkan, terus terang saya katakan BKSDA tidak bisa diandalkan, kata  Bupati mengulangi.

“Kalau ini insidentil wajar BKSDA Aceh tidak menangani, tapi inikan sudah bertahun-tahun, sejak tahun 2013 sampai sekarang, masa tidak dianggarkan, ini tugas dan kewenangan mereka," tegas Bupati Tgk. H. Sarkawi.

“Ini merupakan tanggung jawab sosial kepada, masyarakat, kepada warga, kepada kita semuanya, tanggung jawab fungsionalnya itu ada di BKSDA," kembali Bupati menegaskan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tgk. H. Sarkawi  dalam acara  penerimaan  bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA)  berupa barang-barang bahan baku bangunan kepada masyarakat yang terdampak akibat konflik gajah liar dengan masyarakat di Kecamatan Pintu Rime gayo, Rabu (12/02/2020).

Bupati Tgk. H. Sarkawi  dalam acara serah terima bahan baku bangunan itu dari Pemerintah Aceh melalui BPBA kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyampaikan ucapan terima kasih, karena telah membantu warga dalam menyediakan bahan baku bangunan kepada masyarakat terdampak, walaupun belum sepenuhnya mencukupi, ungkapnya.

“Kita telah mengusulkan kepada Pemerintah Aceh melalui BPBA sekitar 300  unit rumah, namun mungkin nanti  secara bertahap akan dipenuhi, baik melalui BPBA seperti yang sudah datang hari ini, mungkin melalui Dinas Sosial atau munngkin melalui Dinas PU untuk memenuhi kebutuhan yang telah kita ajukan," tambah Tgk. H. Sarkawi.

Sementara Kalak BPBA yang diwakili oleh Kasi Kedaruratan BPBA Amrullah, S.STP, M.Ec, Dev sebelumnya manyampaikan, usulan dari Bapak Kalak Bener Meriah Abdul Kadir, ST, M.Si telah kami terima, hasil verivikasi kami itu ada 6 item Seng, Rabung Seng, Balok Kayu berbagai ukuran dan Papan, kata Amrullah.

Sementara barang yang sudah sampai yaitu, Seng, Rabung Seng dan Balok Kayo, sementara papan masih dalam perjalanan, sambungnya.

Hadir dalam acara penyerahan barang tersebut antara lain, Kalak BPBD Bener Meriah Abdul Kadir, ST, M.SI, Sekretaris BPBD Syafaruddin, S.KM, M.Si, Kadis Pertanian dan Pangan Ir. Abadi, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Wahidi, S.Pd, MM, Camat Pintu Rime Gayo Eddi Iwansyah Putra, SH, Kapolsek Pintu Rime Gayo IPDA RM.Abue S, dan perwakilan masyarakat serta undangan lainnya. (Andika)