Breaking News

Kecamatan Witihama Terkonfirmasi Covid-19 Ada Lima Orang


Flores Timur, Tren24jam.com - Wabah Virus Corona 19 di Flores Timur Beredar informasi via whatsaap sungguh mengejutkan dengan jumlah warga Masyarakat Flores Timur yang Terkonfirmasi mendekati angka seribu orang, walau pembuktian secara klinis seperti Rapid test dan atau Swab test hanya via WA yang beredar luas. 

Seperti pernyataan pak Camat Witihama Laurensius Lebu Raya, SH kepada wartawan tren24jam.com di ruang kerjanya Menyampaikan bahwa Data ini dari Kepala Puskesmas Witihama Lambertus Ola Rua.

Memang sesuai data kita witihama ada 5 orang terkonfirmasi positip covid yakni 2 orang warga Desa Oring Bele, 1 orang Desa Wato Lolong,1 orang dari Desa Watoone, dan Desa Weranggere 1 orang.

Menjawab pertanyaan tentang perjalanan warga yang terkonfirmasi positip atas ke 5 orang ini, Camat Witihama menceritakan bahwa mereka ini selama ini berada di luar Daerah Flores Timur, seperti dari watoone satu orang ini adalah mahasiswa dan saat kini dia juga sudah kembali dan tidak berada di Desa Watoone lagi.

Kembali Lebu Raya menjelaskan dua orang dari Desa Oring Bele ini bahwa mereka dari Jakarta, juga terhadap satu warga Desa Sandosi ini dari Jakarta . Sebenarnya korban ini asli orang Desa Pledo yang menikah dengan suaminya asal Desa Sandosi, namun saat kini dia melakukan Karantina Mandiri di Rumah orang tuanya di Desa Pledo.

Sementara itu di Ruang Kerja Kepala Desa Sandosi Beatus Beda Nama juga membenarkan bahwa warga masyarakatnya satu orang di Dusun 3 Terkonfirmasi Positip; berdasarkan penyampaian dari Kepala Puskesmas Witihama Lambertus Ola Rua pada tanggal 19 januari 2021. 

Beatus mengisahkan bahwa ketika kami di sampaikan oleh satgas covid tingkat Kecamatan, kami selaku pemerintah melakukan komunikasi kepada warga saya dan sekaligus menyampaikan agar informasi ini berdasarkan swab tes yang dikirim dari Kupang via WA dan karena itulah menjadi dasar hukum kami untuk menghimbau masyarakat agar selalu menjaga jarak dan selalu gunakan masker saat bepergian dan selalu cuci tangan gunakan sabun.

Beatus mengungkapkan soal biaya bagi warga covid bahwa memang anggaran dari Desa Sandosi tidak mencukupi hingga kami hanya bisa dengan biaya keluar masuk urus covid ini.

Urai Beda Nama dengan begitu lancar tanpa ada keraguan di wajah dan pancaran matanya. Beatus kembali menguraikan kesulitan untuk menangani satu orang terkonfirmasi covid ini. "Awalnya pasien ini dengan tau dan mau untuk menjalankan Rapid tes di Puskesmas namun dalam perjalanan sedang berproses untuk dilakukan Swab tes ternyata pasien ini mulai enggan untuk diperiksa lagi oleh tim medis; apa lagi suara sumbang dari keluarganya bahwa tidak ada pendasaran surat yang jelas tapi hanya via Whatsaap kok bisa dinyatakan positif covid. 

Beatus kembali menjelaskan perihal kesulitan menangani covid di Desa Sandosi ini bahwa sesungguhnya ada biaya dari satgas covid Kabupaten bagi warga masyarakat yang terkonfirmasi positif dan untuk biaya pemeriksaan Rapid tes Rp. 300 ribu per orang yang mana biaya ini ditanggung oleh Desa hingga kami sangat kesulitan untuk membangun tempat khusus bagi pasien yang positip covid ini. Proses pemeriksaan ini pun berjalan tidak mulus karena saat kami meminta seluruh warga desa untuk menjalani pemeriksaan di Puskesmas menjadi kendala atas informasi berdasarkan whatsap tadi.
 "Kami memang di sampaikan oleh kepala puskesmas pak Lamber dengan meneruskan data ini dari Kupang atas hasil swab tes warga desa saya, walau lewat WA tapi saya printout untuk menyurati pasien agar dapat bekerjasama untuk menjalani karantina mandiri ", kisah Beatus kepada wartawan di ruang kerjanya hari ini.

Kembali menelisik kisah para pasien covid positip ini, salah seorang warga Desa Watoone yang namanya tidak mau dikorankan mengisahkan keprihatinannya dengan nasip para pasien yang menjalankan rapid tes; bahwa suhu tubu mencapai 38,5 derajat celcius itu sudah dinyatakan positip sedangkan untuk kita di wilaya tropis ini ditambah dengan selalu meneguk minuman keras seperti arak, maka otomatis suhu tubuh kita melonjak. 

Artinya boleh dikatakan bahwa kita semua ini positip covid jika kita melakukan Rapid tes.      (Bernard)