Breaking News

Bupati Shabela Hadiri FGD BI Pembentukan Klaster Industri Kreatif Opoh Kiyo

Takengon, tren24jam.com - "Atas nama Pimpinan Daerah, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja dan berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini, terutama pada perwakilan Bank Indonesia cabang Lhokseumawe,".

"Atas komitmennya meningkatkan ekonomi Daerah, melestarikan warisan budaya serta mendukung pengembangan insdustri kreatif terutama pada produk unggulan tenun Kerawang Gayo atau lebih dikenal dengan Opoh Kiyo".

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, saat menghadiri FGD Pembentukan Klaster UMKM Unggulan Melalui Pendekatan Local Economic Development (LED) Untuk Kelompok Tenun "Upoh Kiyo" bertempat di HIP Coffee Bukit PAS (Paya Tumpi Atas) Takengon, Kamis (10/02/22).

Untuk diketahui bahwa, klaster industri merupakan suatu kumpulan dari beberapa kelompok industri yang saling berkaitan yang mendorong terciptanya kawasan industri di suatu wilayah terutama melalui ekspor barang dan jasa, ulas Bupati Shabela lebih lanjut.

Klaster industry memiliki presentasi yang dapat memberikan efek keseluruhan terhadap pengeluaran dan penghasilan suatu produk-produk. Dalam bentuk klaster industry yang diharapkan akan meningkatkan investasi atau suatu usaha yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berdampak pada peningkatan lapangan pekerjaan dan penurunan tingkat kemiskinan.

“Diharapkan setelah Pembentukan Klaster Industri Kreatif pada kelompok tenun Opoh Kiyo dapat semakin meningkatakan daya saing dengan daerah lain, baik dibidang UMKM, maupun pada sektor lainnya" harapnya.

"Mari kita bersama-sama terus berupaya mengembangkan Tenun Kerawang Gayo Opoh Kiyo, dengan keterlibatan dari lintas sektor, serta sebagai upaya menumbuhkan kepedulian dan peran serta masyarakat Gayo akan budaya dan tradisinya kembali, terutama kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus nanti" pungkas Bupati menutup sambutanya.

Sebelumnya secara terpisah, Asisten Direktur Bank Indonesia cabang Lhokseumawe Gunawan, menyampaikan FGD tersebut terselenggara merupakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah serta bentuk nyata dukungan bagi kelompok pengrajin tenun Opoh Kiyo, demi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh Tengah.

Pihaknya juga berkomitmen membantu semaksimal mungkin untuk meningkatkan usaha kecil menengah dan usaha diberbagai sektor, terutama setelah didera Covid-19, yang berdampak pada menurunnya ekonomi masyarakat.

"Walaupun masih terdapat kekurangan, namun dengan komitmen kita bersama, semoga kedepan semakin ada ruang perbaikan kearah lebih baik", ujarnya.

"Terakhir sebagai upaya turut serta menggelorakan gerakan bangga buatan Indonesia serta gerakan berwisata di Indonesia saja, yang juga merupakan sarana pengembangan pemasaran produk-produk lokal kita", tutup Gunawan.

Tampak turut hadir pada kesempatan tersebut, Asisten Direktur Unit BI Cabang Lhoksumawe beserta jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Kadis Perindag Aceh Tengah, Kadis Pertanian, Kadis Sosial, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Kabag Prokopim Setdakab Aceh Tengah, Perwakilan Pihak Perbankan Cabang Aceh Tengah, Tim UPPUKIS KPW Bank Indonesia Lhokseumawe serta segenap peserta dan undangan.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Rencana Pembentukan Klaster UMKM Unggulan Melalui Pendekatan Local Economic Development (LED) Untuk Kelompok Tenun Upoh Kiyo itu juga diisi dengan diskusi dan tanyajawab, sebelum meninggalkan tempat Bupati beserta rombongan berkesempatan berfoto bersama seluruh hadirin dan peserta.

Tidak ada komentar

Berkomentarlah sesuai dengan topik dan tidak menaruh link aktif. Terima kasih atas perhatiannya.