Sosial Media dan Interaksi Pergaulan

Foto : Hastra Aminoto Laia/Tren24jam.com (Dok pribadi)

Oleh : Hastra Aminoto Laia

Tren24jam.com - Dulu di dekat kosan saya ada sebuah tempat tongkrongan yang biasanya dijadikan remaja tempat berkumpul. Tempatnya tidak terlalu luas. Di tempat itu juga disediakan berbagai jenis kopi. Dari yang bubuk hingga saset. Tersedia juga minuman botol. 

Harganya pun bervariasi, antara Rp 5 ribu dan Rp 20 ribu setiap satu gelasnya. Ini terlihat relatif murah. Dan di tempat ini juga disediakan WIFI secara gratis. Hingga tempat itu dijadikan tempat tongkrongan yang mengasyikkan bagi para remaja yang berdatangan dari setiap harinya.

Saya melihat para remaja yang berkumpul itu berasal dari sekitaran kosan saya dan bahkan ada banyak pendatang dari luar yang menjadi teman tongkrongan mereka. Adapun yang menjadi daya tarik bagi remaja-remaja itu tempat ini adalah wifi nya yang disediakan secara gratis. Mereka rela menghabiskan waktu mereka berjam-jam hanya untuk bermain media sosial. Di tempat itu juga mereka memperluas jaringan pertemanan.

***

Bukan hal yang baru lagi bahwa, dengan menggunakan media sosial kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan yang belum dikenal sekalipun. Hingga media sosial saat sekarang ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana atau kanal pergaulan sosial lewat jalur online di internet.

Menurut Nasrullah (2015) media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual.

Jadi, wajar media sosial  banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Sarana yang digunakan pun mulai dari  Instagram, Tiktok, Twitter, dan masih banyak media sosial lainnya. 

Selanjutnya, berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah itu telah meningkat 12,35% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 170 juta orang.

Ini terlihat sangat fantastik tinggi, apalagi setelah kurang lebih dua tahun diterpa pandemi, yang membuat  tingkah laku hidup manusia berubah. Semua terpaksa berkecimpung di dunia yang serba digital.

Saya rasa kita pasti sadar betul ada beberapa rutinitas atau bahkan banyak hal dalam hidup kita yang menjadi hilang semenjak hadirnya segerombolan aplikasi yang sangat mempengaruhi waktu kita, misalkan media yang membuat kita enggan untuk lepas dari hadapan layar ponsel. 

Dulu pernah ada kawan saya yang kecanduan menggunakan salah satu aplikasi, yang membuat banyak perubahan dalam dirinya. Dia terlihat mengasingkan diri dan enggan untuk bergaul semenjak mengenal aplikasi itu. Perubahannya terlihat begitu sangat drastis, mulai dari mengurung diri seorang dalam kamar, mengundurkan dari tempat kerja, dan parahnya lagi dia mampu berhari-hari menyanyi sendiri akibat dari aplikasi tersebut.

Dan saya sering melihat dia lupa waktu, misalkan makan, mandi dan kegiatan lainnya. Hingga banyak teman kos lainya menyebut, "manusia yang terjajah oleh aplikasi". 

Hidup di zaman yang serba teknologi ini membuat banyak masyarakat tidak bisa lepas dari penggunaan gawai. Tanpa kita sadari saat ini, kita banyak berinteraksi secara virtual hingga dapat membuat kita seakan lupa bagaimana berinteraksi dengan orang di dunia nyata. Jika kita tidak hati-hati, bisa saja media sosial membuat orang tidak bisa membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.

Tak hanya itu, di zaman yang cukup edan ini kita sering terlena setiap waktu dan menjadikan sosial media sebagai kebutuhan pokok. Mungkin kita ketahui bersama banyak dampak dari media sosial ini. Bisa jadi dampak positif dan bisa juga berdampak negatif tergantung dari penggunaan kita. Lalu bagaimana interaksi pergaulan anda saat ini?

Profil penulis : Laki-laki yang suka nulis tapi bukan  Penulis dan tinggal di kota Medan

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai dengan topik dan tidak menaruh link aktif. Terima kasih atas perhatiannya.

Previous Post Next Post